Direktur AMO Kembali Masuk Tim Seleksi Nasional Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027
Jakarta, indonesiatimur.co – Kepercayaan terhadap kapasitas Kota Ambon dalam jejaring kota kreatif dunia kembali mendapat pengakuan nasional. Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, kembali dipercaya menjadi bagian dari Tim Seleksi Nasional (Timselnas) UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/21/MK-EK/2026 yang ditandatangani Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya pada 11 Februari 2026.
Pembentukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) UCCN 2027 merupakan tindak lanjut penunjukan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO kepada Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai focal point nasional dalam proses penjaringan dan pengusulan kota-kota kreatif Indonesia ke UNESCO.
Masuknya Ronny Loppies untuk kedua kalinya dalam struktur Tim Seleksi menjadi bukti pengakuan atas pengalaman dan kontribusinya dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis musik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tim Seleksi Nasional memiliki peran penting dalam menentukan kualitas representasi Indonesia di panggung global. Mereka bertugas menyusun mekanisme seleksi, melakukan evaluasi terhadap dossier kabupaten dan kota peserta, serta menetapkan dua daerah dari subsektor kreatif berbeda yang akan diajukan sebagai nominasi resmi Indonesia pada UNESCO Creative Cities Network 2027.
Keterlibatan Ronny dinilai memiliki nilai strategis mengingat pengalamannya mengelola ekosistem kreatif Kota Ambon yang sejak 2019 menyandang status sebagai UNESCO City of Music. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menilai kesiapan daerah lain yang ingin bergabung dalam jejaring kota kreatif dunia.
Selain memahami tata kelola kota kreatif, Ronny juga dinilai memiliki pengalaman dalam membangun kolaborasi internasional, memperkuat partisipasi komunitas, serta mengembangkan program kreatif yang berkelanjutan.
Penunjukan ini sekaligus mempertegas posisi Ambon sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Keberhasilan mempertahankan status UNESCO City of Music menjadi pengalaman berharga yang dapat dibagikan kepada daerah-daerah lain yang tengah mempersiapkan diri menuju pengakuan internasional.
Secara lebih luas, pembentukan Panselnas UCCN 2027 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai instrumen pembangunan dan diplomasi budaya Indonesia. Pengakuan UNESCO terhadap sebuah kota kreatif kini dipandang bukan sekadar prestise, melainkan peluang untuk memperkuat investasi, pariwisata budaya, identitas lokal, serta kerja sama global.
Dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi kreatif, Tim Seleksi Nasional diharapkan mampu menghasilkan proses seleksi yang objektif dan kredibel, sehingga daerah yang diusulkan benar-benar merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi Indonesia di tingkat dunia.
Seluruh anggota Panselnas akan menjalankan tugas hingga 31 Desember 2027, dengan target menghadirkan nominasi terbaik yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kota kreatif UNESCO. (it-02)
